Curah hujan yang tinggi menyebabkan beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Jabodetabek, terkena banjir. Banjir membawa risiko kesehatan untuk semua kelompok usia, salah satunya ibu hamil. Namun, belum banyak penelitian yang menemukan dampak banjir pada ibu hamil.
Salah satu penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature menyelidiki pengaruh banjir terhadap hasil kehamilan dan komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur, BBLR, lahir mati, aborsi spontan, preeklamsia dan eklamsia.
Ditemukab bahwa pasca banjir, angka kelahiran BBLR dan hipertensi gestasional meningkat. Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat kelahiran prematur. Komplikasi kehamilan dapat dikurangi atau dicegah dengan memulai perawatan prenatal sejak dini dan juga dengan mengendalikan faktor risiko.
Baca juga: Stres Berlebihan Menyebabkan Keguguran
Banjir Meningkatkan Risiko Keguguran
Penelitian lainnya ingin melihat dampak kesehatan tidak langsung dari banjir pada kelompok rentan, khususnya wanita di negara berkembang. Penelitian fokus pada risiko keguguran bagi wanita yang terpapar banjir. Hasilnya, ditemukan sebanyak 90.465 catatan keguguran di 33 negara berkembang.
Ditemukan juga bahwa paparan banjir pada ibu hamil meningkatkan risiko keguguran, terutama